Empang Grup Musik, Tak Perlu Naik Ke Permukaan untuk Dapat Terlihat

matahari, tak pernah salah
rembulan tak pernah
angin tak pernah salah
tanah, air, dan api tak pernah
tak akan pernah salah
Begitulah  potongan lirik lagu 'Salah' dari Emperan Pamulang (EMPANG) yang diambil dari secarik puisi karya Abah Yoyok dengan judul yang sama. Lagu ini mengisahkan tentang keadaan di negeri kita, negeri Indonesia, yang tak ada yang mau disalahkan atas segala kondisi saat ini. EMPANG sendiri adalah salah satu grup musik dari Pamulang, Tangerang Selatan dan sudah hampir 4 tahun mengepakkan sayapnya di dunia musik dan sastra. Selama itu pula, EMPANG melakukan proses perjalanannya menjadi grup musik puisi.


Grup musik yang terdiri dari Adang (Vocal & Gitar) dan Tao (Harmonica & Vocal), juga biasanya ditemani Eno (Melody), Cakiel (Pembaca Puisi), dan Tia (Penari) selalu mencoba menerjemahkan kegelisahan mereka selama menjadi orang-orang yang berada di hiruk pikuknya dunia melalui lirik-lirik lagu mereka yang sederhana. Bagaimana sih sosok EMPANG ini?

EMPANG Seirus dalam Dunia Musik dan Puisi Sejak tahun 2015

EMPANG sendiri ditetaskan oleh salah satu komunitas yang disebut sebagai keluarga juga bernama Dapoer Sastra Tjisaoek (DST). Di mana EMPANG lebih memilih bermusik dan menganggap bahwa musik bisa dijadikan sebagai media aktualisasi diri. Baik dari berbagai kegelisahan, masalah, dan gagasan mereka. Lingkungan mereka pun juga bisa dikatakan sebagai lingkungan kreatif.

EMPANG awalnya adalah grup musik yang sempat bubar dengan nama 4WEEKEND. Namun kejadian tersebut tak membuat Adang dan Tao tetap diam. Mereka ingin melanjutkan perjalanan musik mereka meski sederhana bentuknya. Mereka membawakan diri ke atas panggung dengan konsep sederhana dan instrumen yang syahdu.

Membuat yang Lain Ingin Berkolaborasi

Grup musik ini dikatakan sebagai keluarga, karena mereka tak ingin menyebutnya sebagai organisasi, komunitas, atau apapun itu bentuknya. Dengan adanya statement sederhana inilah membuat mereka tampak sebagai musisi sederhana, namun berkualitas. Jadi, tak heran jika mulai banyak yang ingin berkolaborasi dengan mereka. Seperti Dewi Nova sang penyair perempuan salah satunya. Di mana EMPANG selalu diajak berkolaborasi di berbagai acara kegiatan Perempuan. Jurnal Perempuan, hingga ke penjara perempuan.

Tak hanya Dewi Nova, banyak grup musik lain dan juga berbagai sastrawan hingga penyair yang ingin berkolaborasi dengan EMPANG. Bahkan mereka juga ingin puisi-puisi mereka dijadikan lagu oleh EMPANG.

Pencetus Nama EMPANG

Nama 'EMPANG' mungkin memang terdengar aneh di telinga kita. Di mana kata tersebut mengandung arti sebagai kolam ikan. Ternyata, nama tersebut adalah singkatan dari Emperan Pamulang. Di mana nama ini dicetuskan oleh seorang yang dikatakan sesepuh mereka yaitu Abah Yoyok (Budayawan Banten). 

Abah Yoyok memiliki ide tersebut, karena memang pada dasarnya Adang dan Tao berangkat dari jalanan dan suka nongkrong di emperan toko di daerah Pamulang. Nah, di sinilah tercetus nama EMPANG.
Tak perlu naik ke permukaan, untuk dapat terlihat.
Itulah salah satu moto yang digunakan oleh EMPANG hingga saat ini. Nah, itulah sedikit ulasan mengenai EMPANG. Kalian bisa mengetahuinya lebih dalam lagi, di You Tube dengan kata kunci 'Emperan Pamulang - EMPANG'.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel