Menjelekkan Perusahaan Lama, Menjelekkan Namamu Sendiri

Mungkin ini yang disebut sebagai 'Mulutmu Harimaumu'. Ya, kita perlu waspada dengan setiap perkataan kita. Seperti halnya, ketika kita sedang menjalani wawancara di perusahaan yang akan kita singgahi. Memang awalnya akan terlihat tampak berjalan dengan baik dan lancar. Kita mendapatkan nilai positif dari pihak HRD atau Manajer SDM. Bahkan tanpa kita sadari, mereka sangat tertarik dengan diri Anda.



Ketika itu, maka kita pun merasa santai ketika menghadapi wawancara. Mungkin dari beberapa pertanyaan wawancara, ada satu pertanyaan yang harus kita cermati. Ya, mengenai perusahaan tempat kerja Anda sebelumnya. Tanpa kita sadari, maka kita akan bercerita ngalor ngidul soal perusahaan tersebut. Sehingga tanpa kita sadari pula, bahwa kita sudah mencemarkan nama perusahaan sebelumnya karena membuat Anda berhenti dari perusahaan tersebut.

Di sinilah, kita diuji sebenarnya! Kita perlu tahu apa konsekuensinya jika kita kita membicarakan perusahaan sebelumnya. 

Mungkin Anda memiliki keyakinan diri, bahwa berkata jujur dan apa adanya tidak salah. Padahal, di sinilah letak kesalahan Anda dalam wawancara. Dan di sinilah ujian kita sebenarnya dalam wawancara. Karena, pada dasarnya statement 'pelamar harus nyaman dengan pewawancara'. Di sinilah tugas mereka sebenarnya yang mana bisa menembus pertahanan Anda mengenai nilai kepribadian Anda.

Memang bersikap jujur dan apa adanya adalah hal yang baik dan sangat perlu untuk dilakukan. Karena hal itu adalah nilai positif bagi kita sebagai pribadi yang baik. Namun, kita perlu juga respon positif dalam menghadapi hal ini.

Acuannya, bahwa saat kita diwawancarai, sama halnya kita sedang mempresentasikan diri kita ke depan orang yang menguji kita. Kita perlu menunjukkan pada mereka, bahwa kita adalah pribadi yang layak untuk dijadikan karyawan pada perusahaan itu. Karena setiap apa yang kita ucapkan, tanpa kita sadari adalah cerminan diri kita.

Dua Dampak Menjelekkan Perusahaan Lama

Salah satunya adalah menjelekkan nama perusahaan tempat kerja kita sebelumnya. Nah, berikut ini akan kita berikan dua dampak negatif yang Anda terima ketika menjelekkan perusahaan lama Anda. Mari kita simak artikel ini.

Masalah yang Belum Selesai


Ingatlah, apapun masalah yang Anda alami di perusahaan lama adalah masa lalu Anda. Jika Anda terus mengkaitkan masa lalu Anda, maka Anda tidak akan bisa maju ke masa depan. Kalimat inilah yang perlu Anda perhatikan. Mengeluh soal perusahaan lama tidak akan bisa mengubah diri Anda menjadi lebih baik. Kalau sudah terjadi, ya sudah jangan dipaksa.

Ketika Anda ingin mencari pekerjaan yang lebih baik, fokuskan diri Anda di masa depan. Jangan hanya bertitik pada hal negatif di masa lalu Anda.

Kertika Anda berkata hal negatif ketika diwawancarai, maka sama halnya Anda memberikan kesan bahwa diri Anda memiliki masalah yang belum terselesaikan. Tentunya hal ini akan membuat pihak HRD perusahaan baru akan meragukan diri Anda, bahwa Anda tidak bisa menyelesaikan masalah Anda dengan baik. Bagaimana mau bekerja di sini, kalau Anda tidak bisa menyelesaikan masalah Anda sendiri. 

Anda Tidak Dewasa


Dengan menunjukan emosional Anda menggunakan perusahaan lama untuk dijelek-jelekkan, maka sama halnya Anda memendam dendam dan menunjukkan bahwa diri Anda tidak dewasa. Sebaiknya Anda intropeksi diri Anda kenapa Anda bisa memiliki pengalaman buruk dengan perusahaan lama Anda.

Jangan menyia-nyiakan energi Anda untuk memikirkan kejelekan perusahaan Anda yang lama. Fokuslah pada diri Anda dalam meningkatkan kualitas diri Anda. Inilah yang terpenting dalam menjalani hidup juga menghadapi wawancara.

Mungkin kita tidak menyadari bahwa kita sudah melakukan hal yang salah. Karena kita memiliki otak yang sudah tertutup. Berpikirkan secara rasional. 

Jika Anda terlalu sibuk dengan kritikan perusahaan lama saat wawancara, Anda pun akan merasa benci dengan perusahaan tersbeut, dan akan menimbulkan hal negatif pada pewawancara. 

Itulah dua dampak yang terjadi jika Anda menjelek-jelekkan perusahaan pada diri Anda. Jadi, jika Anda memang memiliki masalah pada perusahaan lama Anda, sebaiknya Anda perlu mengatur pertemuan dengan atasa Anda untuk menyelesaikan masalah Anda dengan baik. Jika Anda tetap bersih keras bahwa diri Anda benar, maka hal ini bisa menghancurkan peluang Anda dalam menghadapi masa depan Anda. Ingat! Jaman sekarang, persaingan mulai ketat. Jangan sia-siakan hal positif pada diri Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel