Miskinnya Materi Stand Up Comedy Bagi Para Komika Zaman Now

komika penghina ajaran islam

Judul Asli: Miskinnya Materi Stand Up Comedy bagi Para komika Zaman Now

Oleh: Newisha Alifa

Gue pertama kali kenal istilah Stand Up Comedy itu sekitar tahun 2012-an. Semuanya via Raditya Dika, yang kebanyakan menjadikan status "jomblo" dan karakter unik sebagian perempuan terhadap pasangannya sebagai materi Stand Up-nya.

Kemudian mulailah muncul kontes-kontes pencarian bakat para komika di Indonesia. Seinget gue— silahkan koreksi kalo salah yaa, di kolom komentar koreksinya juga nggak pa-pa kok—stasiun TV yang pertama menyelenggarakannya adalah Kompas TV.

Tokoh lain yang sanggup mengocok perut gue sama teman-teman kantor saat itu adalah Vico, komika bertubuh tinggi dan besar dengan cara berbicaranya yang khas; dipolos-polosin gitu. Cukup dengan gimic sederhana, seorang Vico sukses menjadikan materi-materi receh, seperti botol dan tutupnya atau nasi uduk yang dengki sama nasi goreng, memecah tawa orang banyak.

Seinget gue, Raditya Dika pernah ngomong, bahwa Stand Up Comedy adalah cara untuk menyampaikan keresahan si komikanya. Namun kenyataan beberapa tahun terakhir, Stand Up Comedy justeru kerap memunculkan keresahan bagi sebagian masyarakat, khususnya umat Islam negeri ini.

Buat gue, komika yang menjadikan ajaran Islam sebagai bahan lawakan adalah komika-komika yang sudah kehabisan ide dalam menghibur orang banyak.

Dangkal pikirannya.

Sebab harusnya ia mengerti, jangankan bahas ajaran Islam, nyindir tokoh sekelas Habib Rizieq saja, sudah cukup memantik emosi sebagian umat Islam yang memang menganggap beliau adalah 'ulama yang seharusnya dihormati. Bukan justeru dihina, diejek dan direndahkan kehormatannya.

Ada juga komika non muslim yang menjadikan ajaran Islam sebagai materi Stand Up-nya. Terlepas dari materinya yang menghina Islam, asli deh, buat gue kemampuan Stand Up nya, masih minim banget.

Garing bin jayus! Atau mungkin karena dia sadar, dia gak becus-becus banget ngelawaknya, makanya dia ngerasa perlu angkat tema berbau S4RA gitu? Jadi biar heboh! Biar viral! Biar everybody senusantara sibuk nge-ghibahin dia!

Nih ya gue kasih tau, terutama buat teman-teman non muslim. Dalam Islam, kami DILARANG KERAS menghina apa-apa yang dianggap tuhan bagi umat agama lain.

"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-An'am 6: Ayat 108)

Jadi kalau sampai ada orang Islam yang terang-terangan menghina sesembahan agama lain di ruang publik, hampir bisa dipastikan, dia asbun. Atau minimal ngajinya belum sampe ayat di atas.


Tapi herannya, belum lama ini, kok ya ada komika muslim, yang justeru nyinyirin ajaran agamanya sendiri? Asli gue gagal paham! Ini orang ngakunya doank muslim, tapi kelakuannya Na'udzbulillahimindzalik! Kayak nggak bekasnya lo orang muslim, Bro!

Sudah sebegitu nggak lakunya kah untuk diundang ngelawak di sana-sini? Sampe rela ngejadiin ajaran Islam sebagai bahan olok-olokan?

Gue punya banyak teman non muslim yang mengerti, menghormati bahwa umat Islam itu gak boleh makan daging babi, minum minuman memabukkan.

Lah ini kok bisa-bisanya, ada seorang muslim yang punya ide konyol, nyampurin daging babi pake sari kurma, terus dia melempar tanya ke kamera,

"Apakah setelah sari-sari kurma ini dicampurkan, cacing pitanya akan me-mu'alaf?"

Komikanya ketawa geli banget. Lah gue mikir, "Dimana lucunya sih? Apaan sih yang lo ketawain?"

Oke gue sebut aja nama dua komika nyeleneh ini. Syukur-syukur ini tulisan bisa sampe ke mereka dan dibaca sama para komika lainnya.

Choki Pardede dan Trestan Muslim ini ternyata bukan sekali dua kali bikin video yang menertawakan ajaran, aturan atau sesuatu yang berhubungan dengan Islam.

Tapi memang materi ngelawak mereka sepertinya sudah difokuskan ke situ; menjadikan Islam sebagai gurauan, candaan.

Buat kalian berdua dan para komika lainnya yang pernah atau sempat kepikiran buat jadiin agama sebagai materi lawak rendahan kalian, tolonglah segera tobat!

Sudah cukup aneka ragam kemaksiatan merajalela di negeri ini, dan mengundang berbagai bencana. Nggak perlu lo tambah-tambahin dengan humor-homor nggak mutu itu.

Terakhir, kalo emang ngerasa udah kehabisan ide bakal ngelawak, saran gue, mending lo pada GANTUNG MIC aja.

Gue rasa, profesi tukang cendol atau penjual pecel lele yang jujur dalam berdagang, jauh lebih berkah, ketimbang menghina keyakinan orang banyak dengan materi-materi sensitif yang rentan bikin permusuhan antar umat beragama.

Sekian dari gue.
Yang belakangan lebih gampang ketawa ngeliat cara ngelawak Om Sule ketimbang mantengin komika-komika gagal ngelucu, tapi sukses bikin kesel karena materi-materi sarat unsur S4RA-nya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel