Ternyata Penghasilan Gojek Perbulan Mengalahkan Gaji UMR, Ini Datanya

Penghasilan Gojek
Baru-baru ini riset terbaru yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukkan fakta mengejutkan.

Pasalnya pengendara ojek online berbasis aplikasi memiliki penghasilan melebihi karyawan swasta dengan gaji UMR.

Bahkan penelitian menunjukkan penghasilan ojek online tiap harinya melebihi penghasilan upah kota/Kabupaten di berbagai daerah seperti Bandung, jogja, Denpasar, Makassar dan berbagai daerah lainnya.

Selain itu, riset tersebut juga menunjukkan bahwa 90 persen driver gojek maupun grab penghasilannya meningkat tajam hingga 45 persen setelah bergabung dengan gojek dan grab.

Dikutip dari jawapos.com pada (15-07-2018). Rata-rata penghasilan ojek online paling minim mendapatkan Rp 2,8 juta tiap bulan.

Riset LD FEB UI juga mengatakan bahwa dengan pendapatan sebanyak itu. Driver ojol sudah mendapatkan peningkatan jaminan kualitas hidup yang layak.

Bahkan ketika salah satu driver ojol Hermawansyah di wawancara. Ia mengatakan jika penghasilan yang didapatkan dari ngojek, ia bisa membiayai kuliahnya hingga selesai.

Bahkan pekerjaan ojol tidak mengganggu konsentrasinya kuliah, justru nilai yang ia harapkan sesuai dengan target.

Ia mengatakan bahwa driver ojek online hanya pekerjaan sampingan yang ia jalani, tapi impiannya untuk lulus kuliah terwujud karena kerja sampingan yang ia jalani saat ini.

Hermawan yang kini masih duduk di bangku kuliah semester 4 di universitas terbuka ini mengaku. Penghasilan yang ia dapatkan mencapai 300 ribu hingga 400 ribu setiap hari.

Jika dihitung total, ia bisa meraup penghasilan Rp 9 juta rupiah tiap bulan. Yang berarti penghasilannya 3 kali lipat lebih banyak dari upah minimum kota dan kabupaten.

Namun untuk mendapatkan uang sebesar itu, ia mengatakan harus kerja lebih rajin. Minimal ia harus menyelesaikan 23 orderan tiap harinya dan belum dihitung dengan bonus yang didapatkan.

80 persen penghasilan tersebut ia dapatkan dari layanan mengantar penumpang. Sisanya didapat kan dari layanan antar makanan dan pengiriman barang.

Hermawansyah yang kini sudah memiliki dua anak menuturkan bahwa saat bekerja sebagai ojek online, ia mengutamakan prinsip kejujuran.

Karena loyalitas yang ia berikan, ia diajak bergabung untuk mengkampanyekan penghapusan orderan dengan menggunakan tuyul.

"Pada bulan april tahun ini perusahaan Go-Jek mengajaknya untuk mensosialisasikan penghapusan order ‘tuyul’ dan order fiktif ke komunitas Go-Jek." Papar pria asli Jombang ini.

Ia memberikan bukti bahwa bekerja dengan kejujuran bisa berhasil mencapai target bonus yang diinginkan.

Berkat caranya bekerja dengan jujur, serta sering menawarkan Go-pay pada customernya. Hermawansyah diberi penghargaan predikat bintang 5 dan dinobatkan sebagai Driver of the month oleh pihak Gojek Indonesia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel