Sedih! PLN Putus Listrik Panti Asuhan, Anak Yatim Pecahkan Celengan Untuk Bayar Denda

anak yatim malang
Anak yatim merupakan anak-anak yang juga membutuhkan kasih sayang dan kemudahan dalam hidup. Sedih rasanya melihat anak-anak kecil seperti mereka harus tinggal tanpa keluarga.

Oleh karena itu, panti asuhan sangat berperan penting untuk membimbing anak-anak yatim ini agar hidup mereka tidak kesulitan.

Namun sungguh malang dialami oleh panti asuhan yang satu ini, mereka harus menambah kesusahan karena mengalami pemutusan aliran listrik oleh PLN.

Seperti yang Kita tahu bahwa listrik saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk kehidupan.

Contohnya seperti Panti asuhan Villa Doa Jubel ini yang letaknya di Bukit Jubel, Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Mojokerto. Panti ini dihuni 54 anak yatim, 3 lansia dan 5 orang pengasuh. karena panti asuhan ini tidak bisa membayar listrik, maka mau tidak mau harus melakukan tindakan sesuai prosedur, yakni melakukan pemutusan.

Pembaca juga akan semakin miris ketika mengetahui ternyata semua anak yatim di panti asuhan itu terpaksa memecahkan celengan tabungan mereka untuk membayar listrik pada PLN. Uniknya, anak-anak panti membayarnya dengan pecahan uang koin. Seperti seribuan, 2 ribuan. Uang yang sudah terkumpul akan diserahkan langsung kepada Manager Rayon Pacet PLN Area Mojokerto Febru Radhianjaya. Uang tunai sebesar Rp 10 juta dibayar lunas kepada PLN.

“Selain diambil dari uang tabungan anak-anak, donatur juga turut memberi. Kami juga meminta mereka untuk menghadiri dan menyaksikan pembayaran denda. Karena ini amanah, dan agar donatur tahu bahwa kami benar-benar membayarkan uang yang sudah disumbangkan untuk pembayaran denda,” jelas Mukhidin.

Setelah denda PLN lunas dibayarkan, anak-anak yatim raut wajah berubah. Dengansuara lantang dan kompak, mereka mengucap syukur dengan melantunkan shalawat dan beberapa ayat suci Alquran.

anak yatim

Atas kejadian ini netizen ikut terhau, bahkan diantaranya banyak yang berkomentar cukup emosi dan sedih.

"Apa gak bisa, kepala PLN nya menggunakan tarif prioritas umum? Biar gak kena denda sebanyak itu?" tulis Julianto Tjahjoadi.

"Anak yatim, dhuafa dan fakir miskin kan harusnya negara yg nanggung sesuai amanat UUD 1945" tulis Ernest Benneldy Piliang.

Seperti yng kita tahu, iuran listrik PLN saat ini sudah naik, akibat pemerintah mencabut subsidi listrik.

Gimana menurut pembaca atas kejadian ini?

Sumber: http://style.tribunnews.com/2017/07/12/sedih-pln-pacet-putus-listrik-panti-asuhan-anak-yatim-kumpulin-tabungan-tuk-bayar-denda-rp-10-juta