Ledakan Yang Terjadi Di Konser Ariana Grande, Diklaim Sebagai Serangan Terorisme

Manchester Inggris- Terjadi ledakan bom di Manchester Inggris yang mengakibatkan sekitar 22 orang meninggal dan 59 orang lainnya luka-luka. Dalam konser Ariana Grande yang bertema Dangerous Woman World Tour ini tidak terduga akan berakhir tragis. Bom tersebut meledak setelah konser berakhir pada pukul 22.33, senin 22 Mei waktu setempat. Suasana panik muncul setelah terjadi ledakan namun dipastikan Ariana Grande selamat dalam inseiden tersebut. Setelah insiden terjadi dikabarkan Ariana segera meninggalkan Inggris dan kembali ke Florida. Karena insiden tersebut Ariana menunda sejumlah tournya.
Sumber:Fokus Jabar.com
Aksi tersebut diklaim sebagai serangan teroris, dilansir dari AFP Selasa 23 Mei 2017 ISIS menyampaikan klaim atas tindakan tersebut di media sosial dan menyampaikan akan ada lebih banyak serangan. Selain itu dilansir dari kantor berita Reuters akun-akun Twitter yang terealisasi dengan ISIS mengguankan tagar yang mengacu ledakan tersebut. Para pendukung ISIS juga memposting pesan untuk mendorong melakukan serangan-serangan sendirian di negara-negara Barat. Pelaku yang telah tewas dikabarkan bertindak seorang diri namun polisi juga telah mengamankan seorang pria berusia 23 tahun yang diduga terkait dengan insiden tersebut.
Sumber: Tribunnews.com
Dalam insiden tersebut banyak anak-anak serta remaja yang terpisah dari orang tuanya. Namun simpati masyarakat sangat terlihat di sini, para warga lokal banyak yang menawarkan bantuan seperti penampungan sementara, atau mempersilahkan apartemennya untuk menampung para korban bahkan taksi yang secara gratis ada di sekitar tempat kejadian untk mengantar pulang para korban yang terjebak di Manchester. Dua hotel di kawasan Manchester, Holiday Inn dan Premier Inn dikabarkan menampung puluhan anak yang terpisah dari orang tuanya atau temannya.
Sumber: arrahmahnews.files.wordpress.com
Serangan ISIS nampaknya kini beralih dari aspek politik ke dalam kehidupan sehari-hari seperti meneror konser-konser music barat atau klab klab hiburan malam lainnya. Insiden serupa juga pernah terjadi di Paris saat konser Eagles Of Death Metal tahun 2015 lalu yang menewaskan 1000 orang. Diketahui pelaku penembakan tersebut berjumlah 4 yang diklaim sebagai serangan ISIS.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel