Ditemukan Struk Pembelian Panci Dari Saku Diduga Pelaku Bom Kampung Melayu

bom panci kampung melayu

Bom yang terjadi di kampung melayujakarta timur diyakini Kepolisian menggunakan peledak berbahan panci. Hal ini karena ditemukan sebuah struk pembelian panci oleh tim indentifikasi polri.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, dari kantong celana salah satu pelaku ditemukan struk pembelian panci dari sebuah minimarket di Padalarang, Jawa Barat. Transaksi dilakukan pada 22 Mei 2017.

"Kami temukan ada bukti atau struk pembelian, tanggal 22 Mei pukul 9. Ini struk pembelian panci dari salah satu mini market. Ini ditemukan dari salah satu saku pelaku," kata Setyo di lokasi kejadian, Kamis dini hari, 25 Mei 2017.

Polisi akan mengungkap semua identitas pelaku serta jaringannya. Polisi menjelaskan bahwa bom di kampung melayu modusnya tidak jauh berbeda dengan kejadian bom Panci di bandung.

Atas insiden ini dikabarkan ada tiga personel polri yang tewas dan puluhan orang luka-luka. Sedangkan dua orang yang tewas diduga adalahpelaku pengeboman.

Adapun korban luka-luka dialami wargas sipil lima orang dan dari kepolisian unit 1 peleton 4 Polda Metro Jaya berjumlah lima orang.

Pelaku dipastikan dapat dikenali karena bagian kepala yang diduga pelaku masih utuh dengan baik.

Berikut data-data korban bom Kampung Melayu yang mengalami luka-luka maupun tewas.

1. Bripda Feri unit 1 peleton 4 Polda Metro Jaya (luka pada muka, paha dan badan).
2. Bripda Yogi unit 1 peleton 4 Polda Metro Jaya (luka di sekujur tubuh).
3. Bripda Topan Al Agung anggota unit 1 peleton 4 Polda Metro Jaya (meninggal dunia).
4. Jihan (19), mahasiswi (luka pada tangan kiri melepuh).
5. Agung (17), sopir (luka pada kaki, tangan, dan badan).

Saat ini Bom panci tengah ramai dibicarakan dan heboh di media sosial, apalagi tragedi ini terjadi saat mendekati bulan Ramadhan.

Sumber

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel